PERGAULAN BEBAS DIKALANGAN SISWA
Pergaulan bebas dikalangan remaja sudah bukan hal yang asing
Dikalangan masyarakat kita saat ini.
Dikalangan masyarakat kita saat ini.
Hampir seluruh remaja di indonesai sekarang telah masuk dalam dunia pergaulan bebas. Banyak diantaranya yang justru mengikuti teman maupun idola mereka. Pergaulan bebas ini juga dapat disebabkan karena kurangnya perhatian dari orang tua atau broken home. Namun sebenarnya broken home tidak dapat dijadikan sebagai alasan rusaknya moral anak, karena broken home tidak berarti broken future.
Fenomena diatas tentunya sangat memprihatin kan dan membutuhkan perhatian yang serius bukan hanya dari pemerintah tapi juga dari masyarakat secara umum. Kebebasan media dalam mengekspor tayangan-tayangan khusus dewasa akhir-akhir ini ikut berperan serta menjadi pemicu maraknya pergaulan bebas di kalangan remaja. Disamping itu juga dampak dari era globalisasi yang memudahkan setiap orang untuk mengangkses berbagai informasi dari dalam dan luar negeri melalui jaringan internet ikut juga memperparah keadaan. Gambar-gambar porno dan artikel-artikel yang menyesatkan tentang seks dengan mudah dapat diakses oleh para remaja kita melalui internet, tidak peduli berapapun usianya.
Pergaulan bebas menjadi kambing hitam bagi tingginya angka kehamilan remaja. Gaya hidup remaja kota te rutama sangat rentan terhadap pergaulan bebas ini. Secara fisiologis, alat-reproduksi mereka sudah berkembang optimal.
Siswa merupakan remaja yang masih butuh bimbingan dari orang dewasa disekitarnya. Hampir tidak ada siswa selaku remaja yang tidak pernah berperilaku tidak baik. Namun, perilaku buruk siswa yang satu terkadang bisa jadi lebih buruk dari yang lain,dalam hal ini siswa menyebabkan kesulitan dan persoalan yang sangat banyak bagi guru dan pengurus sekolah mereka,, belum lagi bagi orang tua dan diri mereka sendiri.
Masalah perilaku yang serius tidak terbagi dengan rata dikalangan siswa atau sekolah. Kebanyakan siswa yang diidentifikasi mempunyai masalah perilaku yang parah adalah anak laki-laki sebanyak 3 hingga 8 kali lebih banyak dari anak perempuan. Kenakalan yang serius jauh lebih lazim ditemukan ditemukan dikalangan siswa dengan latar belakang miskin, khusus nya dilokasi perkotaan. Siswa yang mempunyai hubungan keluarga yang buuuk juga mempunyai kemungkinan yang jauh lebih besar dari pada siswa lain terlibat dalam perilaku buruk atau Kenakalan serius, sebagaimana juga dengan siswa yang mempunyai pencapaian rendah dan siswa yang mempunyai masalah kehadiran.
Sekolah mempunyai peran penting untuk dimainkan dalam mencegah atau mengelola perilaku buruk dan Kenakalan yang serius tetapi siswa dan sekolah hanyalah sebagian dari cerita tersebut Perilaku yang bakal sering melibatkan kepolisian, pengadilan, dan lembaga pelayanan sosial, dan juga orang tua dan teman siswa.
Ada hal - hal yang dapat dilakukan untuk mencegah kenalan para siswa ini. Yaitu dengan menciptakan lingkungan ruang kelas yang aman dan prososial dan dengan terbuka membahas perilaku yang berisik dan cara untuk menghindarinya. Selain itu juga dapat dilakukan dengan memberi kesempatan pada siswa untuk memainkan peran sosial sebagai suka relawan, pengajar pribadi, atau pimpinan dalam kegiatan yang memberi manfaat bagi sekolah dan komunitas mereka
Sekalipun beberapa tipe siswa lebih rentan terhadap perilaku buruk daripada siswa lainnya, karakteristik ini tidak dapat menyebabkan perilaku buruk. Beberapa siswa berperilaku buuuk karena mereka beranggapan bahwa imbalan untuk perilaku buruk mengalahkan imbalan untuk perilaku yang baik.
Harapan yang akan disesuaikan siswa dengan peraturan sekolah harus diungkapkan terus menerus misalnya, kebiasaan me coret-coret dan melakukan perusakan harus diperbaiki segera sehingga siswa lain tidak memperoleh gagasan berperilaku buruk adalah sesuatu yang lazim dan diterima.
kemangkiran dan Kenakalan sangat berkaitan ; ketika siswa tidak masuk sekolah,, mereka sering menimbulkan kesulitan dalam komunitas. Ada banyak suasana efektif untuk mengurangi kemangkiran misalnya dengan menetapkan keikutsertaan penuh dalam pesta sekali dalam sebulan bergantung dalam kehadiran siswa. Beberapa kegiatan disediakan selama pesta tersebut dan siswa dapat memperoleh akses ke beberapa atau semuanya sesuai dengan berapa hari mereka hari dikelas.
Slavin, E. Robert , psikologi pendidikan : teori dan praktik, 2006, Pearson Education, Boston.
https://www.google.com/amp/s/amp.kaskus.co.id/thread/51bd84920c75b48d1d000005/pergaulan-bebas-di-kalangan-remaja-penyebab-dan-dampaknya
https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=https://www.kompasiana.com/wardah54621/5bf55908aeebe151ca3ccc97/cegah-pergaulan-bebas-siswa-dengan-pelayanan-bk-secara-khusus&ved=2ahUKEwivjLeUnO3gAhVX7nMBHfJmBxgQFjANegQIAhAB&usg=AOvVaw23ycTxA6blllNWBUBRNsTz
https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=http://staffnew.uny.ac.id/upload/132304482/pengabdian/pelatihan-kepribadian-islam.pdf&ved=2ahUKEwi546D2nO3gAhUjjuYKHT_9D9cQFjAEegQICBAB&usg=AOvVaw3SD3Y_BXYrifRUJjFuWGvw
OLEH :
KHUZRATUN NIZA (1706101030027)
NOVA AMELIA (1706101030019)
SITI SAUDAH (1706101030002)
YENI YANTI (1706101030045)
UNIVERSITAS SYIAH KUALA
FAKULTAS PENDIDIKAN DAN ILMU PENGETAHUAN
PENDIDIKAN EKONOMI
Fenomena diatas tentunya sangat memprihatin kan dan membutuhkan perhatian yang serius bukan hanya dari pemerintah tapi juga dari masyarakat secara umum. Kebebasan media dalam mengekspor tayangan-tayangan khusus dewasa akhir-akhir ini ikut berperan serta menjadi pemicu maraknya pergaulan bebas di kalangan remaja. Disamping itu juga dampak dari era globalisasi yang memudahkan setiap orang untuk mengangkses berbagai informasi dari dalam dan luar negeri melalui jaringan internet ikut juga memperparah keadaan. Gambar-gambar porno dan artikel-artikel yang menyesatkan tentang seks dengan mudah dapat diakses oleh para remaja kita melalui internet, tidak peduli berapapun usianya.
Pergaulan bebas menjadi kambing hitam bagi tingginya angka kehamilan remaja. Gaya hidup remaja kota te rutama sangat rentan terhadap pergaulan bebas ini. Secara fisiologis, alat-reproduksi mereka sudah berkembang optimal.
Siswa merupakan remaja yang masih butuh bimbingan dari orang dewasa disekitarnya. Hampir tidak ada siswa selaku remaja yang tidak pernah berperilaku tidak baik. Namun, perilaku buruk siswa yang satu terkadang bisa jadi lebih buruk dari yang lain,dalam hal ini siswa menyebabkan kesulitan dan persoalan yang sangat banyak bagi guru dan pengurus sekolah mereka,, belum lagi bagi orang tua dan diri mereka sendiri.
Masalah perilaku yang serius tidak terbagi dengan rata dikalangan siswa atau sekolah. Kebanyakan siswa yang diidentifikasi mempunyai masalah perilaku yang parah adalah anak laki-laki sebanyak 3 hingga 8 kali lebih banyak dari anak perempuan. Kenakalan yang serius jauh lebih lazim ditemukan ditemukan dikalangan siswa dengan latar belakang miskin, khusus nya dilokasi perkotaan. Siswa yang mempunyai hubungan keluarga yang buuuk juga mempunyai kemungkinan yang jauh lebih besar dari pada siswa lain terlibat dalam perilaku buruk atau Kenakalan serius, sebagaimana juga dengan siswa yang mempunyai pencapaian rendah dan siswa yang mempunyai masalah kehadiran.
Sekolah mempunyai peran penting untuk dimainkan dalam mencegah atau mengelola perilaku buruk dan Kenakalan yang serius tetapi siswa dan sekolah hanyalah sebagian dari cerita tersebut Perilaku yang bakal sering melibatkan kepolisian, pengadilan, dan lembaga pelayanan sosial, dan juga orang tua dan teman siswa.
Ada hal - hal yang dapat dilakukan untuk mencegah kenalan para siswa ini. Yaitu dengan menciptakan lingkungan ruang kelas yang aman dan prososial dan dengan terbuka membahas perilaku yang berisik dan cara untuk menghindarinya. Selain itu juga dapat dilakukan dengan memberi kesempatan pada siswa untuk memainkan peran sosial sebagai suka relawan, pengajar pribadi, atau pimpinan dalam kegiatan yang memberi manfaat bagi sekolah dan komunitas mereka
Sekalipun beberapa tipe siswa lebih rentan terhadap perilaku buruk daripada siswa lainnya, karakteristik ini tidak dapat menyebabkan perilaku buruk. Beberapa siswa berperilaku buuuk karena mereka beranggapan bahwa imbalan untuk perilaku buruk mengalahkan imbalan untuk perilaku yang baik.
Harapan yang akan disesuaikan siswa dengan peraturan sekolah harus diungkapkan terus menerus misalnya, kebiasaan me coret-coret dan melakukan perusakan harus diperbaiki segera sehingga siswa lain tidak memperoleh gagasan berperilaku buruk adalah sesuatu yang lazim dan diterima.
kemangkiran dan Kenakalan sangat berkaitan ; ketika siswa tidak masuk sekolah,, mereka sering menimbulkan kesulitan dalam komunitas. Ada banyak suasana efektif untuk mengurangi kemangkiran misalnya dengan menetapkan keikutsertaan penuh dalam pesta sekali dalam sebulan bergantung dalam kehadiran siswa. Beberapa kegiatan disediakan selama pesta tersebut dan siswa dapat memperoleh akses ke beberapa atau semuanya sesuai dengan berapa hari mereka hari dikelas.
Slavin, E. Robert , psikologi pendidikan : teori dan praktik, 2006, Pearson Education, Boston.
https://www.google.com/amp/s/amp.kaskus.co.id/thread/51bd84920c75b48d1d000005/pergaulan-bebas-di-kalangan-remaja-penyebab-dan-dampaknya
https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=https://www.kompasiana.com/wardah54621/5bf55908aeebe151ca3ccc97/cegah-pergaulan-bebas-siswa-dengan-pelayanan-bk-secara-khusus&ved=2ahUKEwivjLeUnO3gAhVX7nMBHfJmBxgQFjANegQIAhAB&usg=AOvVaw23ycTxA6blllNWBUBRNsTz
https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=http://staffnew.uny.ac.id/upload/132304482/pengabdian/pelatihan-kepribadian-islam.pdf&ved=2ahUKEwi546D2nO3gAhUjjuYKHT_9D9cQFjAEegQICBAB&usg=AOvVaw3SD3Y_BXYrifRUJjFuWGvw
OLEH :
KHUZRATUN NIZA (1706101030027)
NOVA AMELIA (1706101030019)
SITI SAUDAH (1706101030002)
YENI YANTI (1706101030045)
UNIVERSITAS SYIAH KUALA
FAKULTAS PENDIDIKAN DAN ILMU PENGETAHUAN
PENDIDIKAN EKONOMI
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapus